logo
:. Group FB .:
::. Link Pendidikan .::
:. LIVE Radio Streaming .:

Tertarik Punya ? Klik Disini

::. TRAFFIC .::
widgeo.net
Welcome
image

TEI - SMKN 7 Semarang

Jam-Tanggal-Sekarang
:. TOOLS AREA .:

ADMIN Login

Kontak Kami

Download

Bahan Ajar

Twitter

Youtube

INSTITUSI PASANGAN

 

 

 

RSS Feed

OSCILOSCOPE

 

OSCILOSCOPE

 

Pada dasarnya osiloskop adalah sebuah piranti yang menampilkan gambar sinyal listrik. Gambar yang dihasilkan menampilkan bagaimana sinyal berubah terhadap waktu.

Sumbu vertikal Y menampilkan tegangan, sumbu horisontal X menampilkan waktu.

Intensitas atau kecerahan (brightness) gambar kadang disebut sumbu

Fungsi dasar osiloskop adalah untuk mengamati bentuk gelombang tadi turunannya bisa mendapatkan pengukuran sebagai berikut :

-          waktu dan besar tegangan sebuah sinyal

-          frekuensi sinyal yang berosilasi

-          fasa dan penjumlahan fasa ( Lissajous )

-          penjumlahan dan pengurangan tegangan ( gelombang ) AC.

Ketika probe osiloskop dihubungkan ke sebuah rangkaian maka sinyal tegangan akan berjalan melewati sistem vertikal osiloskop.

Kemudian tergantung pada bagaiman pengaturan skala vertikal (kendali volts/div), sebagai attenuator akan menghasilkan pelemahan sinyal atau sebaliknya sebagai amplifier yang akan menguatkan sinyal.

Berikutnya sinyal langsung diumpankan ke pelat defleksi vertikal CRT. Tegangan yang dihubungkan ini akan menyebabkan titik sinar pada layar untuk bergerak. Titik sinar ini dihasilkan oleh penembak elektron ( sumbu Z ). Sebuah tegangan positif akan menarik naik titik sinar sebaliknya tegangan negatif akanmenarik kebawah.

Sinyal yang sama juga berjalan melalui sistem pemicu untuk mulai memicu penyapuan horisontal ( horizontal sweep ) dari kiri kekanan tergantung pada pengaturan ( sweep time / div ). Penyapuan yang sangat cepat dan berulang akan menyebabkan titik sinar menjadi garis.

Secara bersama-sama penyapuan horisontal dan defleksi vertikal akan membentuk sebuah gambar sinyal dilayar.  Pemicuan diperlukan untuk menyetabilkan sebuah sinyal yang berulang. Pemicuan ini diperlukan untuk memastikan penyapuan dimulai pada titik yang sama dari sinyal yang berulang itu.

Pada CRO ada hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengukuran yang aman dan optimal yaitu grounding/pembumian alat.

Harus dipastikan bahwa jala-jala listrik PLN terdapat jalur ground yang bagus. Seandainya pada jala-jala tidak terdapat lalur ketiga / ground ini, harus dibuatkan untuk mendapatkan hasil kerja yang benar dari CRO.

Probe harus dikompensasi hingga menghasilkan pembacaan yang benar.

Kegiatan ini harus dijadikan kebiasaan ketika mulai memakai osiloskop untuk mendapatkan pembacaan yang benar.

Semua osiloskop menyediakan sumber sinyal referensi di panel depan untuk melakukan pengaturan kompensasi probe. Cara mengkompensasi probe adalah sebagai berikut :

  • hubungkan probe ke konektor input CRO
  • hubungkan probe tip ke terminal referensi
  • hubungkan ground clip ke ground

perhatikan sinyal gelombang kotak yang ada dilayar

atur pengkompensasi probe sehingga mengkompensasi dengan benar yang ditunjukkan dengan ujung gambar gelombang kotak berbentuk kotak.

Kalibrasi dan Perawatan Pencegahan ( Preventive aintenance/PM )

Kalibrasi dan perawatan pencegahan ( PM ) alat ukur dilakukan untuk mendapatkan peformance terbaik alat ukur yang mengikuti standar dan pemeliharaan.

Kalibrasi ( tera ) berarti upaya untuk menyamakan pengukuran mengacu pada alat lain yang standar / dianggap benar. Kalibrasi dilakukan dengan melakukan pengukuran pada sumber tetapan (refrensi ) tegangan, arus maupun hambatan. Pengaturan penepatan (jika tersedia/bisa ) dilakukan dengan mengatur variabel resistor didalam alat ukur ( multimeter analog, digital maupun pada CRO ).

Pada modul ini kalibrasi yg dijelaskan adalah kalibrasi yang dilakukan langsung dari luar ( seperti zero adjustment ( Ohm dan PMMC ), serta kalibrasi pada knob CRO. Kalibrasi ini telah diterangkan diatas atau jugaakan dijelaskan langsung pada bagian 2 modul ini.

Perawatan pencegahan lebih ditekankan pada upaya cara pemakaian yang tepat dan penyimpanan. Cara pemakaian akan dijelaskan pada bagian 2 modul ini.

Penyimpanan Alat Uji Yang Tepat.

CRO

CRO memerlukan penyimpanan yang baik untuk menghindarkan dari kerusakan. Salah satu yang harus dilakukan adalah mengamankan layar dari sinar yang kuat dan terus menerus atau dari sinar matahari langsung. Hal ini menghindarkan dari layar kerusakan / terbakar.

Secara umum urut-urutan penyimpanan dimulai dari pemisahan semua kabel, baik probe maupun power. Selalu menyimpan probe dalam tempat yang telah disediakan ( tas plastik ataupun kotak khusus ) dengan didahului melipat semua kabelnya dengan rapi.

Jika dimasukkan kedalam lemari pastikan kaki pelindung ada didepan layar / panel. Penyimpanan berdiri / menghadap keatas dapat dilakukan dengan meyakini posisi yang baik dan tidak mudah terpeleset. Hindarkan menggeser osiloskop pada permukaan kasar yang menyebabkan CRO bergetar, upayakan selalu dalam pemindahan dengan mengangkat ( bukan menggeser ! ).

Perhatian terhadap masalah lingkungan seperti ekstrim suhu dan kelembapan, serta getaran dan medan magnet juga perlu dilakukan bahkan lebih ketat daripada penyimpanan multimeter.

 

Thu, 1 Sep 2011 @20:05


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+7+5

Copyright © 2017 TEI - SMKN 7 Semarang · All Rights Reserved